Paper SOA (Service Oriented Architecture)

Posted: Friday,March 27, 2009 in Technology
Tags: , , , , , , ,

Introduction to SOA (Service Oriented Architecture)

Service Oriented Architecture atau SOA memungkinkan departemen IT untuk membuat suatu transisi dari pendekatan aplikasi menuju pada suatu pendekatan proses bisnis. Dewasa ini, departemen IT memiliki suatu kebebasan untuk mengkombinasikan layanan bisnis dari berbagai aplikasi untuk menyampaikan suatu dukungan proses bisnis end-to-end. Mekanisme integrasi dari SOA pun memungkinkan loosely coupled integration, sehingga departemen IT dapat melakukan suatu upgrade atau mengubah aplikasi yang satu tanpa mempengaruhi aplikasi yang lain.

Dengan kata lain, SOA merupakan suatu arsitektur yang mendukung loosely coupled services untuk memungkinkan suatu bisnis yang fleksibel dalam pertukaran informasi dan penggunaan teknologi informasi. SOA terdiri dari kumpulan layanan bisnis yang mendukung suatu pengkonfigurasian kembali realisasi end-to-end bisnis proses yang fleksibel dan dinamis menggunakan deskripsi layanan berbasis interface.

SOE (Service Oriented Enterprise) Maturity Models Level

SOE Maturity Model merupakan suatu model dari “SOA yang lebih menyeluruh” dan fokus dalam membawa ROI (Return on Investment) untuk bisnis yang baik pada organisasi IT. Berikut gambar SOE Maturity Model :

soe-gambar

Level 1 :

SOE Foundation-initial mengatur indicator kunci performa, end-to-end bisnis proses dan mengatur infrastruktur SOA. Ini mengartikan bahwa SOE bukan hanya satu layer yang mendapatkan suatu dasar dari teknologi web service akan tetapi ada tambahan dua layer yaitu the enterprise performance layer, yang mengidentifikasikan sejumlah indikator kunci performa dan the business process management layer, yang mengidentifikasikan proses awal yang bergantung pada SOA/ESB layer untuk menjaga suatu kualitas yang tinggi, performa yang tinggi, dan reliable integration menggunakan layanan teknologi. Layer ini merupakan hasil dari pengaturan awal terhadap tiga layer SOE di atasnya.

Level 2 :

SOE Repetable projects-infra-focused. Pada level ini akan menentukan arsitektur SOA, pada ESB (Enterprise Service Bus), dan implementasi dari ESB. Level 2 ini memiliki penanganan yang baik pada identifikasi semua ketergantungan terhadap (a) user bisnis, khususnya stakeholders dan bisnis analis; (b) proses dan rule arsitek untuk mendesain dan implementasi dari policy, prosedur, dan end-to-end bisnis proses dan (c) infrastruktur arsitektur SOA untuk desain yang berorientasi pada layanan dan standarisasinya. Metodologi pada level 2 ini dapat dimulai dari pengukuran terhadap proses dan performa, dapat diperkirakan keuntungannya dan dapat mulai membawa dan mengulang ROI untuk didesain ulang yang berorientasi pada proses dan layanan. Jadi di sini akan mengatur optimalisasi proses end-to-end ROI, termasuk KPI pada level EPM, business rules dan proses pada level BPM dan mendasari level ESB/SOA.

Level 3 :

SOE-extended enterprise-focused. Perluasan komposisi dan integrasi perusahaan business-to-business, dengan QoS (Quality of Service) standards support untuk proses bisnis end-to-end. Implementasi dari proses yang mendasari layanan integrasi lebih kompleks daripada proses oriented. Proses pada level ini termasuk mengeksekusi secara internal dalam masing-masing partner bisnis. Partner bisnis dapat mendefinisikan dan menyebarkan khoreografy yang kompleks dari proses-prosesnya. Masing-masing memiliki mesin proses internal sendiri. Perluasan enterprise akan dapat mengeksekusi proses end-to-end secara kuat termasuk pertukaran informasi dalam konteks proses internal.

Level 4 :

SOE-solution focused. Berfokus pada solusi horizontal dan vertikal yang membantu enterprise secara cepat dalam membangun dan menyebarkan solusi pelanggan. Solution framework pada dasarnya merupakan suatu fondasi yang dapat mempercepat life cycle of projects secara keseluruhan oleh SOE. Solution framework terdapat (a) predefined best-practice business process templates (b) predefined best-practice information model definitions; (c) redefined best-practice rules dalam kategori yang berbeda seperti declarative expressions, declarative decision, event rules dan constrains; dan (d) predefined service intergration dengan back-end atau trading partner organization. Pada level 4 ini, ahli teknik telah menghasilkan best practices untuk digunakan kembali pendefinisian solusi yang sudah ada dan menentukan area mana yang butuh di buat alternatife skesifikasinya dan perluasannya. Ini pada dasarnya merupakan pendekatan yang berbeda dan lebih dewasa untuk mengembangkan suatu solusi. SOA dan sistem BPM adalah layer inti horisontal. Pada level ini, bukan hanya arsitektur best practice dan solusi tetapi juga menurun/vertical sebagus solusi horisontal yang memiliki komponen predefined yang dapat berpengaruh terhadap service integration dan otomatisasi proses bisnis.

Level 5 :

SOE-performance, agility, and intelligence focused: Ini berkaitan pada fitur-fitur yang lebih maju dari SOE. Ini merupakan optimasi, dan kemampuan yang ada secara cepat turun dari level KPI (Key Performance Indicator) yang tinggi pada proses, partisipasi atau service deployed dalam dasar infrastruktur. Sistem dapat juga menyarankan optimalisasi dan menyediakan kemampuan untuk memprediksi peningkatan nilai KPI. Fitur-fitur lain pada level 5 :

Membangun service, proses dan policy asstes : Pada level maturity ini kemampuan hadir untuk mengorganisasikan bisnis proses, bisnis rules integrasi, dan semua aspek yang lain dari partisipasi, back-end service, atau layanan perdagangan partner dipilih dan dieksekusi. Proses, rules, dan fasilitas yang terintegrasi diperlakukan sebagai asset perusahaan, dimana dapat secara mudah digunakan dan dispesialisasikan. Sistem menyediakan pemisahan dari apa yang dimaksudkan untuk diterima dalam solusi khusus melawan bagaimana untuk mendapatkannya, untuk contohnya, service mana yang harus diminta, trading partner mana yang digunakan, proses mana yang aktif, manusia mana yang berpartisipasi untuk diberikan tugas.

Dynamic discovery : Pada level maturity ini, akan ada penemuan yang dinamis dari layanan. Sekarang kita dapat secara semantic menemukan layanan lain dan terkadang bahkan dapat membawa negosiasi otomatis, pelelangan dan kemudian akses terhadap layanan. Pengikatan terhadap penyedia layanan bersifat dinamis. Pada level ini, pendesain fokus pada tipe layanan, mengukurnya melalui properties atau meta-data dari layanan. Sistem ini memperhitungkan layanan terbaik yang harus diminta. Dynamic discovery dan kemudian yang berikutnya mengikat dengan registrasi inti, penemuan dan perubahan dari permintaan / jawaban dari apa yang telah diilustrasikan.

SOE maturity model agak sedikit berbeda dari SOA maturity model. Dalam beberapa pemikian ini merupakan suatu superset dari SOA maturity model dan maturity model yang lain dalam keterlibatan teknologi dalam tumpukan SOE (termasuk bisnis proses, bisnis rules, ESBs, performance management). Ini merupakan pendekatan secara menyeluruh yang kritis untuk menjadikan SOE sukses.

Benefit And Implementation of SOA

SOA menyediakan manfaat dalam 4 kategori dasar :

· Mengurangi biaya integrasi

· Meningkatkan penggunaan aset

· Meningkatkan business agility

· Pengurangan resiko bisnis

Empat manfaat inti ini sebenarnya menawarkan pengembalian pada banyak level yang berbeda dan bagian dari organisasi, tergantung pada kumpulan masalah bisnis oleh karenanya perusahaan menggunakan SOA.

Prinsip-prinsip yang direkomendasikan ketika mengimplementasikan SOA :

· Mendokumentasikan proses bisnis. Dapat secara bottom up atau top down, ketersediaan dari dokumentasi proses bisnis adalah kritis dalam penyampaian SOA melalui Aplikasi berbasis Web Services

· SOA mengimplementasikan evolusi yang dimulai dari seorang pilot, menyampaikan nilai bisnis dan penambahan secara menaik

· Implementasi SOA harus didasarkan pada loosely coupled services yang menyediakan fleksibelitas yang tinggi dan penurunan biaya secara terus menerus karena reuse and lower maintenance

· Pelayanan harus memiliki interface standar yang rela untuk memungkinkan seamless integration dan interoperability dengan layanan yang lain

· Bisnis mengendalikan services, dan services mengendalikan teknologi

· Pokok dari SOA ialah business agility

Kesimpulan

Dari hasil pembahasan SOA di atas maka penulis dapat menyimpulkan beberapa hal terkait alasan mengapa kita harus mempelajari SOA ini. SOA merupakan suatu arsitektur yang terbentuk oleh karena kebutuhan akan proses bisnis yang berubah-ubah, sedangkan aplikasi sudah atau sedang terjadi/terbentuk menggunakan bahasa yang berbeda. Dengan adanya SOA ini kita mampu untuk terus mengikuti perkembangan bisnis dari suatu enterprise, tanpa harus mengubah aplikasi lama yang sudah ada sebelumnnya, baik itu berbeda dalam hal modul dan bahasa yang digunakan, akan tetapi semuanya dapat dihubungkan kembali dengan adanya konsep SOA ini. Melalui suatu teknologi WSDL sebagai penghubung informasi antara satu modul dengan modul yang lain. Dan XML sebagai tempat penyimpanan data sementara yang dapat dibaca oleh semua aplikasi.

SOA sebagai pendukung bisnis proses dalam suatu enterprise yang tiap menit, bahkan tiap detik yang selalu berubah mengikuti perkembangan kebutuhan konsumen. Hal ini semakin menegaskan kita akan banyaknya para stakeholders dan bisnis analis untuk menggunakan konsep SOA ini. Yang pada kenyataannya sangat fleksibel terhadap perubahan, reuseability, powerful dan berorientasi pada services.

Daftar Pustaka

1. Khoshafian, Setrag. Service Oriented Enterpises. 2007. Auerbach Publications.

2. http://torryharris.wordpress.com/2008/07/29/what-is-soa-service-oriented-architecture/

Comments
  1. nana says:

    wihemdra..

    dpt brp nich paper…

  2. wihemdra says:

    hehe. mayanlah na.. dapetnya bulet2. wkwkw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s