Sindrom Asperger Vs Autisme

Posted: Sunday,September 28, 2008 in Health

Baru-baru ini kita sering mendengar istilah Sindrom Asperger, sindrom yang selalu dikaitkan dengan penyakit autis atau autisme. Lalu yang menjadi pertanyaan adalah apakah memang benar-benar ada hubungan antara sindrom ini dengan penyakit autisme?!!!! Mari kita belajar sedikit tentang penyakit ini…

Definisi Sindrom Asperger menurut OASIS ( Online Asperger Syndrome Information and Support ) :
“Asperger Syndrome (AS) is a neurobiological disorder that is part of a group of conditions called autism spectrum disorders. “

Sindrom Asperger adalah sindrom yang mempunyai kecenderungan menyerupai pola perilaku para penderita autis di mana mereka susah berkomunikasi dan berinteraksi sosial namun penderita sindrom ini mempunyai intelegensi dan kemampuan verbal yang normal. Artinya , mereka sehat-sehat saja dan tidak mengalami keterbelakangan mental seperti kebanyakan anak-anak autis lainnya.

Penderita sindrom Asperger rata-rata memiliki gramatikal dan vocabulary yang cukup baik pada masa awal pertumbuhannya. Hanya saja mereka tidak bisa menerapkan bahasa secara harafiah dan kontekstual atau dengan kata lain tidak mempunyai kemampuan mengungkapkan pesan melalui penggunaan bahasa dengan lancar sehingga mereka susah diterima oleh komunitas sosial. Kita tidak bisa mengerti dan memahami apa yang ingin disampaikannya karena penderita sindrom ini memiliki gangguan sistem saraf sehingga mereka tidak mempunyai koordinasi yang baik untuk berkomunikasi. Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai orang yang tidak bisa berbahasa dengan lancar seperti orang gagap, gagu, dyslexia atau mungkin bahkan hyperlexia.Kelompok inilah yang suka diejek dan diganggu karena dianggap berbeda dari orang-orang normal padahal sebenarnya mereka mempunyai potensi tersembunyi dalam dirinya dan bahkan mungkin lebih jenius ketimbang orang normal.

Menurut Asperger Syndrome Coalition of the United States, kebanyakan anak-anak didiagnosa menderita sindrom Asperger setelah berumur di atas 3 tahun atau baru dapat didiagnosa menderita penyakit ini setelah mereka berumur 5-9 tahun. Anak-anak ini rata-rata susah berinteraksi sosial, mempunyai obsesi, pola bicara dan kelakuan yang aneh. Wajah mereka kosong dan tidak ada ekspresi sama sekali plus tidak minat membaca bahasa tubuh lawan bicaranya. Mereka seperti berada di dunianya sendiri sehingga “asyik dengan rutinitasnya sendiri” dan “terkesan aneh banget”. Kadang suka nutup kuping sendiri seolah-olah ada suara petir menggelegar padahal tidak ada sama sekali, kadang suka pakai baju yang tidak umum dipakai atau melakukan tindakan yang dinilai tidak waras. Padahal sebenarnya mereka bisa menjalani kehidupan sehari-hari layaknya orang normal walaupun bisa dibilang agak sedikit polos, aneh dan eksentrik.

Tanda-tanda Sindrom Asperger :

· Susah berinteraksi sosial.
· Suka membicarakan masalah seputar dirinya dan tak mau tahu urusan orang lain.
· Kalo ngomong suka diulang-ulang dan kaku seperti robot.
· Tidak suka hal yang umum. Aliasnya dia minat di bidang khusus seperti bermain dengan lumba-lumba lebih menarik ketimbang bermain mobil-mobilan.
· Terobsesi dengan topik-topik komplek seperti pola-pola nada
· Gerakannya aneh dan canggung serta punya perilaku khusus yang tidak bisa dipahami oleh orang biasa.

Rata-rata penderita sindrom Asperger mempunyai bakat dan ketrampilan di bidang khusus. Mungkin ada kaitannya dengan fakta bahwa mereka suka terobsesi kepada suatu hal secara terus menerus sehingga ia menjadi ahli di bidangnya. Saya pernah mempunyai seorang teman yang gagap alias susah berbicara namun dia cerdas luar biasa. Boleh dikatakan ia salah satu jagoan matematika di kelas saya saking terobsesinya dia dengan angka-angka. Mungkin baginya, pengungkapan bahasa itu enggak terlalu penting karena ia lebih suka otaknya yang berbicara daripada mulutnya.

Perdebatan sengit mengenai Autisme dan sindrom Asperger masih berlangsung hingga saat ini. Kebanyakan pakar psikologi menyimpulkan Sindrom Asperger sebagai ‘Autism Spectrum Disorder’ dan ada juga yang menyebutnya sebagai ‘High Functioning Autism’. Namun banyak pakar yang mengatakan bahwa sindrom Asperger serupa dengan ‘Nonverbal Learning Disability’.

Penderita Sindrom Asperger masih dapat hidup normal dan produktif dalam masyarakat dengan bantuan orang-orang disekitarnya seperti keluarga,teman-teman dekat dan bantuan dari para psikiater. Mereka harus belajar terlibat dalam kegiatan sosial, terapi bahasa , aneka psikoterapi plus pengobatan medis secara berkala.

Comments
  1. £òüí§ says:

    weleh… weleh…
    pembahasan yang berat Wi ^^
    Jadi teringat dengan pelajarannya J.S. Kamdhi tentang Asperger.
    Huehehehe…

    kalo ga salah, salah satu tanda asperger lainnya adalah tidak peka terhadap lingkungannya.
    Jadi kalo lagi jalan, misalnya di jalanan Syahdan (yang jelas2 sempit) lalu ada klakson dari belakang tapi tetep ga mau minggir.

    bahas autis juga donk Wi ^^ jadi penasaran nih :p

  2. wihemdra says:

    Iya will. J.S. Khamdi our great teacher ya.hehe.. Ternyata Sindrom Asperger yang saya mengerti dari beliau ada benarnya juga…

  3. step says:

    iya bahas autis dunk wi, kalo bisa individualistis jg ok :))

  4. cen says:

    iya wi.. bahas tentang penyakit lu donk.. autis.. wkakakaka…. kidding… ;p

  5. JS. Kamdhi says:

    tak kusangka

    tak kusangka kau kini luar biasa, wi
    tak kusangka kau telah menjadi matahari
    terbit-bersinar
    hangat-menyengat

    maju terus, Wi
    tulisan adalah kesaksian
    tulisan adalah kerasulan
    tulisan adalah ibadat
    kita

    tengoklah
    Paulus Rasul Jesus
    ia penulis ulung
    berjuta-juta orang dikuatkan
    dihidupi dan dihidupkan

    slamat berkarya
    blogmu masuk ke entriku

    hebatnya dunia
    apa pun, siapa pu, di manapun
    orang menulis namaku
    pasti masuk entriku

    slamat berjuang

    js kamdhi

  6. wihendro says:

    Hen, pembahasan loe berat ama sih😀.

    pertama aku cari dulu kata syndrom, arti syndrom sendiri dari wikipedia :

    “Sindrom, dalam ilmu kedokteran dan faal, adalah kumpulan dari beberapa gejala-gejala medis, tanda-tanda, fenomena, atau karakter yang selalu muncul sekaligus. Kumpulan ini dapat meyakinkan dokter dalam menegakkan diagnosa.”

    dan terkadang berlanjut di jadikan nama penyakit.

    Syndrom Asperger di temukan oleh Hans Asperger , dimana dalam papernya pada tahun 1944 dia menemukan gejala2x autisme pada beberapa orang yang memiliki perkembangan IQ dan Bahasa yang normal.
    (http://www.whonamedit.com/synd.cfm/279.html)

    Ada pula yang menyebutkan bahwa syndrom asperger adalah subgroup dari autisme.

    Cocok sekali dengan pembahasan loe. Good job, tapi kesimpulan akhirnya, Syndrom Asperger dan Autisme sama atau tidak ?? hehehe2x….

  7. wihemdra says:

    @Wihendro :

    “Sindrom Asperger adalah sindrom yang mempunyai kecenderungan menyerupai pola perilaku para penderita autis di mana mereka susah berkomunikasi dan berinteraksi sosial namun penderita sindrom ini mempunyai intelegensi dan kemampuan verbal yang normal.”
    Dari kutipan di atas dapat kita ketahui bahwa sindrom asperger menyerupai pola perilakunya dengan Autisme akan tetapi tidak sama. Yang membedakan adalah pada Asperger ditemukan suatu intelegensi dan kemampuan verbal yang normal sehingga terkadang kita sulit membedakannya dengan orang normal lainnya.

    @JS. Kamdhi :

    Selamat Sore Pak Kamdhi. Lama saya tidak menyapa Anda. Saya sangat merasa tersanjung dengan kesediaan Bapak untuk meluangkan waktu memberikan komentar yang luar biasa pada web blog saya. Puisi Bapak membangkitkan gairah diriku untuk berkarya lebih baik dan lebih maju. Terima kasih Pak…
    ” Guru memang pahlawan tanpa tanda jasa “
    Kini hingga selama-lamanya kutipan ini akan selalu ada

  8. JS Kamdhi says:

    tolong sampaikan ke teman-teman
    kita bisa saling kontak

    salam sejahtera
    js kamdhi

  9. wihemdra says:

    Siap pak. saling kontak selalu pak. lewat media blog juga salah satunya.😀

  10. yasmin_chan says:

    penyebebnya apaan?? faktor genetika kah???

    ciamik dong org SA itu,, baru diumur bulanan ud bisa ky gituuu…. cara kerja otakny gimana tooo??? >3<)//

  11. vitria melinda says:

    MMmmm…aku kebetulan teacher untuk anak Asperger. As a Shadow teacher sih, jadi dia sekolah aku dampingin disebelahnya…

    Wah..dibilang kayak robot iya bgtt..kalau bicara ANAK aSPERGER SATU “tone”…kayak jingle iklan gitu..

    Tapi anak yang aku dampingin ini luar biasa bgt cerdasnya, IQ nya 142 keatas..minat di bidang akademik???NGGA ADA!! Dia bagus bgt di Komputer sama di ART…wah parah deh…

  12. Iqbal says:

    Saya Iqbal saya berumur 19 tahun,saya tidak bisa bergaul,saya tidak punya teman,saya suka dibullied karena tidak bisa memahami humor dan sarkasme,saya terlalu kaku,saya sangat menyukai komputer,IQ saya normal 105.Kenapa anak-anak normal menjauhi dan suka menyakiti anak-anak Asperger seperti saya,kenapa mereka berlaku seperti itu?

  13. farozy says:

    ini syndrom yang dialami oleh rizwan khan dalam film “my name is khan”….
    karena syndrom ini rizwan tampak begitu aneh karena dia takut akan hal baru, tempat baru dan juga takut dengan warna orange…
    tp dibalik kekurangannya dia sangat pintar dan dapat memperbaiki beberapa apapun seperti barang elektronik maupun mesin mobil bahkan dia dapat membaca suatu puzzle yang belum satupun orang lain dapat menyelesaikan puzzle tersebut.

    emang begitulah syndrom ini dibalik kekurangannya ternyata banyak juga kelebihan yang dialami seseorang penderita syndrom ini.

  14. Kang Ozy says:

    ini syndrom yang dialami oleh rizwan khan dalam film “my name is khan”….
    karena syndrom ini rizwan tampak begitu aneh karena dia takut akan hal baru, tempat baru dan juga takut dengan warna orange…
    tp dibalik kekurangannya dia sangat pintar dan dapat memperbaiki beberapa apapun seperti barang elektronik maupun mesin mobil bahkan dia dapat membaca suatu puzzle yang belum satupun orang lain dapat menyelesaikan puzzle tersebut.

    emang begitulah syndrom ini dibalik kekurangannya ternyata banyak juga kelebihan yang dialami seseorang penderita syndrom ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s